Danrem 081/DSJ Ungkap Alasan Bibit Pohon Penghijauan Gunung Lawu Bertambah dari 18.000 jadi 23.000

Ngawi, - Pasca Karhutla beberapa waktu lalu, TNI AD mulai menggelar karya bakti pembersihan dan penghijauan di kawasan Gunung Lawu. 

Aksi pelestarian alam itu mendapatkan support dan respon positif dari masyarakat. Hal itu terlihat dari melonjaknya jumlah bibit pohon yang akan ditanam.

"Awalnya kami menyiapkan 18.000 bibit pohon, sekarang jumlahnya menjadi 23.000 lebih. Banyak masyarakat yang ikut peduli dengan memberikan bantuan bibit pohon," kata Danrem 081/DSJ Kolonel Inf H. Sugiyono ditemui usai penanaman bibit pohon bersama Pangdiv 2 Kostrad Mayjen TNI Haryanto dan Dandim 0805/Ngawi Letkol Arm Didik Kurniawan di Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Sabtu (16/12/2023).

"Ini sungguh luar biasa dan di luar ekspektasi kami. Terima kasih kepada masyarakat yang telah peduli dan membantu," lanjutnya.

Melihat tingginya respon positif dari masyarakat, Pamen TNI AD itu menyebut, tidak menutup kemungkinan jumlah bibit pohon akan terus bertambah hingga acara puncak karya bakti pembersihan dan penghijauan Gunung Lawu yang rencana akan dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Danrem mengatakan, hingga hari ini bibit pohon yang telah ditanam untuk menghijaukan kembali kawasan Gunung Lawu sudah sekitar 13.000.

"Kemarin di Magetan kita tanam 4.000 bibit pohon, Ngawi 2.000. Hari ini di Ngawi 4.000 bibit pohon dan Magetan 3.000. Jadi total ada sekitar 13.000 bibit pohon yang telah kita tanam," jelasnya.

Dalam melakukan misinya untuk kembali menghijaukan kawasan Gunung Lawu, TNI AD tidak bergerak sendiri, melainkan juga bekerja sama dengan berbagai pihak, baik dari Polri, Pemda, Perhutani, BPBD, Tagana, relawan dan masyarakat.

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di gatulas.com

Previous Post Next Post

Blog ads

Nepali Graphics - Learn design, Animation, and Progrmming