Penertiban Tugu Perguruan Silat, Danrem 081/DSJ Gugah Kesadaran Pesilat di Kota dan Kabupaten Madiun


Madiun, - Guna mencegah terjadinya konflik yang terjadi antar perguruan silat, berbagai tugu perguruan pencak silat di Jawa Timur mulai ditertibkan. Tak terkecuali di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun yang menjadi basis utama dari berbagai perguruan pencak silat.

Selain upaya penertiban yang dilakukan dengan menggunakan alat berat, penertiban juga dilakukan secara mandiri oleh anggota dari perguruan silat itu sendiri. 

Terkait penertiban itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Inf H. Sugiyono berharap, seluruh perguruan silat di Kota dan Kabupaten Madiun dapat mendukung dan menyadarinya.

"Kita sebagai warga negara yang baik harus bisa legowo dan menerimanya. Ini semua untuk kebaikan kita bersama," kata Danrem saat berada di Padepokan PSHW, Winongo, Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (29/8/2023) malam.

Danrem tidak sendiri, dalam kesempatan silaturahminya itu, Pamen TNI AD itu juga tampak didampingi oleh Dandim 0803/Madiun Letkol Inf Meina Helmi, Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Dwi Suryanto dan Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo.

Lebih dari itu, Danrem juga menyampaikan alternatif lain untuk mengubah tugu perguruan silat menjadi tugu yang menggambarkan tentang persatuan dan kesatuan bangsa.

"Tugu yang sudah ada juga dapat diganti dengan ikon pemersatu bangsa, bukan lagi ikon dari perguruan masing-masing, seperti dengan logo pancasila, kampung pesilat dan kota pendekar misalnya," bebernya.

"Jadi nantinya tidak ada lagi tugu yang menggambarkan wilayah ini basis dari perguruan mana, semuanya sama kita, sama-sama rakyat Indonesia yang harus saling menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," tambahnya.

Tak hanya silaturahmi ke Padepokan PSHW, malam ini Danrem bersama lainnya juga melakukan hal yang sama dengan menyambangi Padepokan PSHT Pusat Madiun.

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di gatulas.com

Previous Post Next Post

Blog ads

Nepali Graphics - Learn design, Animation, and Progrmming